Belajar Bahasa Jepang Lewat Anime? Why Not?

Belajar Bahasa Jepang Lewat Anime? Why Not?

Tulisan ini terinspirasi dari Ken Cannon, pemilik blog Japanese Through Anime (jika penasaran ceritanya, silahkan kunjungi blognya). Belajar bahasa Jepang lewat anime mungkin salah satu cara terasyik dalam belajar bahasa Jepang. Kalian bisa belajar bagaimana berbahasa Jepang sehari-hari atau dengan kata lain bahasa Jepang yang “sebenar”nya.

200221
image source : dic.nicovideo.jp

Yah, saya sudah tahu sejak lama, belajar bahasa asing melalui suatu media tertentu akan membuat kita berbicara seperti media tersebut. Contohnya, bertahun-tahun saya belajar bahasa Korea melalui chatting membuat saya berbahasa Korea ala chatting. Ya kalian tahu seperti apa…siapa yang peduli tentang tata bahasa atau ejaan ketika chatting? Sampai sekarang, saya masih agak kagok kalau harus berbicara (well..oke, menulis) bahasa Korea formal karena sudah terbiasa dengan bahasa informal. Sebaliknya, mereka yang terbiasa menggunakan buku teks mungkin akan merasa agak kagok kalau harus menggunakan bahasa informal. Salah satu lagi kekurangan buku teks adalah beberapa tidak mengajarkan kita bagaimana berbahasa yang memang benar-benar dipakai dalam sehari-hari. Contohnya saja, masih banyak buku teks yang mengajarkan untuk menggunakan 당신 (dangshin) untuk merujuk kepada kata ganti orang kedua (Anda, kamu). Padahal nyatanya dalam spoken Korean, kata “dangshin” ini jarang sekali digunakan. Sebagai gantinya mereka lebih suka menggunakan nama atau bahkan tidak menggunakan kata ganti sama sekali. Kata kamu memang masih dipakai, misalnya 너 (neo) tetapi kata ini bukan merupakan kata formal.

Back to topic, jadi bagi saya salah satu media yang bagus digunakan untuk belajar bahasa Jepang adalah anime (mungkin untuk bahasa Korea bisa melalui drama). Bahasa yang digunakan dalam anime bermacam-macam, dari yang formal sampai informal. Intinya, kita dapat melihat bagaimana mereka berbahasa sesuai dengan situasi.

Cara ini saya terapkan dalam belajar bahasa Jepang. Saya suka sekali anime dan manga, meskipun belum sampai level otaku. Belajar melalui anime menurut saya seperti reverse engineering. Kalau sebelumnya saya belajar dari bagaimana menyusun kata (grammar), kali ini saya belajar dari apa yang mereka ucapkan atau dengan kata lain melalui kalimat yang sudah terbentuk kemudian mencari tahu artinya melalui subtitle. Cara ini menurut saya lebih enak digunakan dalam bahasa Jepang dibandingkan dengan bahasa Korea. Terus terang untuk pengucapan bahasa Korea agak sulit saya “tangkap”, entah mengapa.

Seperti yang saya ceritakan pada post sebelumnya, saya sedang dalam masa free-time-dan-tidak-tahu-harus-berbuat-apa jadi saya memiliki banyak waktu untuk menonton anime. Saya akan tulis learning log saya, mungkin nanti…well..mungkin… Yah sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Selamat malam minggu 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s