Diposkan pada Random Thoughts

First Post in 2015

Wah halo! Sudah lama saya tidak menulis sesuatu di blog ini *bersihin debu* *awkward*. Well, akhirnya saya dapat free time juga setelah kemarin UAS dan Ujian Kompre yang membuat jerawatan (baca:stress). Benar-benar free sampai saya bingung harus melakukan apa dan akhirnya teringat blog ini. Segala hal di tingkat akhir ini benar-benar menyita waktu sampai akhirnya saya (hampir) tidak pernah belajar bahasa asing lagi.

Well, sebenarnya banyak hal yang ingin saya tuliskan sampai saya bingung harus memulai dari mana. Oke, yang pertama saya batal ikut ujian TOPIK lagi. Pendaftaran TOPIK ke-40 sudah lewat (batasnya sampai 9 Februari kemarin) tapi kali ini saya batal ikut bukan karena telat lagi tapi murni karena saya memutuskan waktunya bukan sekarang. Saya bukan orang yang bisa fokus dalam dua hal, jadi saya memilih untuk fokus skripsi dulu, baru kemudian setelah wisuda (sekitar Oktober) saya bakal coba ikut ujian. Jika ikut sekarang saya pikir akan percuma, dengan persiapan seadanya hasilnya pasti tidak akan maksimal, sayang uang pendaftarannya. Alasan lainnya, well…saya lagi tidak begitu mood belajar bahasa Korea.

Oke cukup tentang TOPIK. Saya ingin curhat tentang bahasa Indonesia. Jadi semester kemarin kami dapat mata kuliah bahasa Indonesia. Saat saya sibuk belajar bahasa asing tapi nilai bahasa Indonesia saya malah jelek, disitu saya merasa sedih. Berapa banyak kesalahan berbahasa Indonesia yang kita lakukan tiap hari? Saya, khususnya, tidak terhitung. Postingan ini contohnya. Jika dinilai, saya yakin harus direvisi berkali-kali. Contoh lainnya : mana yang benar, analisis atau analisa? permukiman atau pemukiman? apa perbedaan kini dan sekarang? Well, saya tidak akan jawab disini, coba deh kalian renungkan haha.

Saat itu saya berpikir, beberapa native speaker hanya tahu cara memakai tapi tidak tahu alasan dibalik penggunaannya. Even a native speaker makes mistakes. Hal yang sama juga berlaku untuk native speaker bahasa lainnya. Contohnya, ketika saya bertanya tentang perbedaan 은/는 dan 이/가 kepada orang Korea tidak semuanya bisa menjawab dengan tepat. Jangankan tepat, terkadang saya hanya mendapat jawaban “sama saja kok”. Intinya, seperti yang dosen saya katakan, jangan pernah meremehkan sesuatu. Pernah tidak terlintas di benak kalian “untuk apa sih belajar bahasa Indonesia lagi? Saya sudah jago kok” atau “ya ampun buat apa ambil jurusan sastra Indonesia, bahasa asing saja”. No, stop that. Terlebih kalau kalian masih suka salah memakai kata “merubah”. Malu sama kucing, meong meong meong. Saya bukan mahasiswi jurusan bahasa jadi tulisan ini murni dari pikiran saya, bukan untuk membela diri :p

Oke mungkin cukup disini tulisan random saya. Sampai jumpa di tulisan selanjutnyaa~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s