Diposkan pada Bahasa Korea, Kutipan, Peribahasa, dan Ungkapan, Slang

Slang Bahasa Korea #3 : (삼/오/칠)포세대

Pernah mendengar tentang 삼포세대 (sampo sedae/generasi ‘sampo’ (3po)) atau 오포세대 (opo sedae/generasi ‘opo’ (5po))? Well, saya pertama kali mendengar istilah ini pada lirik lagu 쩔어 (Dope) dari 방탄소년단 (Bangtan Boys/BTS). Liriknya begini:

3포세대 5포세대. 그럼 난 육포가 좋으니까 6포세대 (generasi 3po, generasi 5po. Kalau begitu aku generasi 6po (yukpo) karena aku suka yukpo (daging kering)

Pertama kali mendengar lagu tersebut saya berpikir ‘ini maksudnya apa ya?’ tetapi saya malas mencari maksudnya apa. Tetapi ketika saya mendengar lagu BTS (lagi) yang berjudul 뱁새 (silver spoon), saya menemukan istilah ini lagi. Akhirnya saya penasaran dan mencari tahu maksudnya apa. Hasil pencarian yang saya lakukan ternyata cukup menarik.

3po generation, img credit : @haj4062 blog.daum.net

Jadi apa itu 삼포세대/Generasi ‘Sampo’ (3po)? 삼포세대 merupakan singkatan dari 삼 (3)-tiga, 포기 (‘pogi’) yang artinya menyerah/melepas, dan 세대 (sedae) yaitu generasi. 삼포세대 adalah istilah yang diberikan untuk orang yang menyerah atau melepaskan tiga hal. Apa saja? 연애-cinta, 결혼-pernikahan, dan 출산-melahirkan. Istilah ini dipopulerkan oleh koran Kyunghyang pada tahun 2011. Di wikipedia dijelaskan bahwa sekarang ini generasi muda di Korea melepas cinta, pernikahan, dan kelahiran karena berbagai faktor ekonomi dan faktor tekanan hidup lainnya yang menyebabkan hidup menjadi ‘susah’. Wah kalau begini bisa-bisa angka kelahiran di Korea bisa menurun drastis ya.

Setelah 삼포세대 muncul lagi istilah lainnya yaitu 오포세대 (Generasi ‘Opo’ (5po)). Istilah ini sama seperti sebelumnya, bedanya generasi ini menyerah terhadap 5 hal yaitu 연애-cinta, 결혼-pernikahan, 출산-melahirkan, 집-rumah, dan 대인관계-hubungan sosial antar manusia.

삼포세대, img credit : sisunnews

Ada lagi istilah yang terbaru yaitu 칠포세대 (Generasi ‘Chilpo’ (7po)). Generasi ini melepaskan 7 hal : 연애-cinta, 결혼-pernikahan, 출산-melahirkan, 집-rumah, 대인관계-hubungan sosial antar manusia, 꿈-mimpi, dan 희망-harapan. Yang ini sepertinya agak…hmm.

Satu kata yang terpikirkan di benak saya : ‘miris’. Saat orang lain berpikir bahwa hidup semakin mudah dengan berbagai fasilitas dan teknologi yang ada, sebagian berpikir bahwa hidup semakin susah dan bertekad melepaskan berbagai hal dalam hidup mereka. Saya teringat ketika teman Korea saya berkata bahwa hidup di Korea itu susah. Persaingan untuk mendapatkan perkerjaan sangat susah, jadi banyak siswa yang berjuang habis-habisan (bahkan pulang les sampai jam 10 malam) untuk masuk universitas top agar hidupnya terjamin. Belum lagi tekanan dari lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, level stres disana juga tinggi. Masih ingin tinggal di Korea? Haha.

Coba bandingkan dengan kondisi di Indonesia. Saya rasa, sesusah-susahnya orang yang tinggal di Indonesia masih terpikir untuk menikah, punya anak dan lain-lain meskipun sekarang angka kelahiran memang cenderung menurun. Nikah muda juga sedang “mewabah” di Indonesia (ya setidaknya dalam lingkungan sosial saya). Malah di Indonesia, yang lebih membuat orang stres adalah pertanyaan ‘kapan nikah?’ dibandingkan dengan tuntutan untuk mendapatkan pekerjaan top. Di Indonesia, asalkan sudah bekerja kita akan dianggap sudah siap untuk menikah. Hmm, beda negara beda pula ya pola pikirnya.

Akhir kata : 삶이 힘들어도 끝까지 포기하지마세요! Meskipun kehidupan susah jangan menyerah sampai akhir!

Iklan

Satu tanggapan untuk “Slang Bahasa Korea #3 : (삼/오/칠)포세대

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s