Kursus Bahasa Jepang di Evergreen

Kursus Bahasa Jepang di Evergreen

Jika pada tulisan sebelumnya saya me-review tentang kursus bahasa Korea, kali ini saya ingin me-review kursus bahasa Jepang. Tulisan ini sebenarnya sudah menjadi draft sejak minggu pertama saya kursus tetapi baru selesai sekarang ketika kursus saya sudah akan berakhir. No excuse, i was just too lazy.
 
Saya kursus bahasa Jepang di Evergeen. Selain harganya yang tergolong murah, Evergreen adalah tempat kursus terdekat dari lokasi saya, sekitar 15 menit berjalan kaki. Awalnya saya ragu apakah saya harus ikut kursus atau tidak. Saya mendaftar kursus gratis bahasa Jepang di Euro Management tetapi sayang jadwalnya bentrok dengan kursus bahasa Inggris saya di UI. Pada suatu hari, entah apa yang merasuki saya, tiba-tiba keinginan saya untuk kursus bahasa Jepang menjadi sangat besar dan sorenya saya langsung ke Evergreen untuk mendaftar.
 

Biaya kursus empat bulan di Evergreen adalah Rp. 1,6 juta. Biaya pendaftaran murid baru sebesar Rp 250 ribu dan untuk buku harganya Rp 100 ribu. Total yang saya bayarkan ketika pertama kali masuk adalah Rp 1,95 juta. Saya mengambil jadwal kursus setiap Rabu malam karena kelas Sabtu sudah penuh. Kelas berlangsung dari jam enam sampai jam sembilan malam. Cukup lama ya, untung saya sudah terbiasa dengan kelas KCC yang notabenenya empat jam sekali pertemuan. Bedanya kelas kali ini malam hari sehingga godaannya lebih besar. Huft.

Evergreen menerbitkan buku pelajaran sendiri seperti halnya Gakushudo. Bukunya ternyata dijual juga di Gramedia, kecuali buku kuning 日本語の基礎 (Dasar-Dasar Bahasa Jepang). Buku yang saya miliki adalah cetakan ke-duapuluhenam dan cetakan pertamanya diterbitkan tahun 1973. Wow berarti Evergreen sudah berdiri selama 44 tahun ya. Mari kita bahas satu-satu bukunya.

Buku

1. Pelajaran Bahasa Jepang Jilid Pertama
 
Ini merupakan textbook utamanya. Di dalamnya terdapat 12 bab dan pelajaran terakhir merupakan pelajaran tentang katakerja. Bukunya bisa dibeli di Gramedia, hanya saja saya tidak tahu harganya berapa. Banyak yang memakai buku ini untuk otodidak, tetapi saya pribadi merasa agak susah untuk menggunakan buku ini untuk otodidak. Alasan pertama karena tidak ada gambar sama sekali. Saya suka buku yang banyak gambar dan berwarna seperti buku terbitan Korea. Tetapi kebanyakan buku pelajaran yang terbit di Indonesia memang minim gambar. Mungkin karena pertimbangan harga juga ya. Alasan kedua karena penjelasannya terlalu sedikit. Sebenarnya tidak apa-apa juga karena dalam buku ini banyak sekali contoh-contoh kalimat. Penjelasan biasanya satu halaman kurang dan contoh kalimatnya bisa sampai 4-5 halaman. Di setiap bab biasanya ada daftar kosakata dan ada latihan. Nah alasan ketiga mengapa saya merasa buku ini agak susah jika digunakan untuk otodidak adalah karena tidak ada kunci jawaban untuk latihan sehingga susah untuk memastikan apakah jawaban kita sudah benar. Alasan terakhir adalah buku ini menggunakan campuran romaji, kanji, hiragana dan katakana. Untuk dasar 1 kita hanya diajarkan menulis hiragana saja dan belum membahas kanji sama sekali. Bagi saya agak susah untuk menulis kata-kata dari hiragana berdasarkan romajinya, terutama untuk bunyi panjang. Mungkin akan lebih baik jika buku ini menyediakan furigana disetiap kanji yang digunakan.
 
2. Aksara Kana (Hiragana dan Katakana)
 
Buku ini sebenarnya merupakan worksheet untuk latihan menulis hiragana dan katakana. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, level 1 hanya diajarkan menulis hiragana sedangkan katakana baru diajarkan pada level 2. Isinya seperti kebanyakan buku pelajaran kana lainnya sehingga saya tidak akan berkomentar banyak mengenai buku ini.
 

3. 日本語の基礎 (Dasar-Dasar Bahasa Jepang) Khusus Siswa Evergreen

Buku ini tidak dijual secara bebas dan hanya diperuntukkan bagi siswa Evergreen. Buku ini adalah buku percakapan. Isinya adalah dialog-dialog dari topik-topik yang sudah diajarkan pada buku utama. Di buku ini tidak ada romaji sama sekali dan ditulis full dalam hiragana. Ada beberapa katakana yang digunakan tetapi sudah didampingi dengan hiragana karena level kami belum diajarkan katakana. Buku ini saya gunakan untuk latihan membaca. Meskipun saya sudah cukup lancar menulis hiragana, saya masih mengeja ketika harus membaca. Mata saya sepertinya perlu dibiasakan dengan hiragana lebih sering lagi.

 

Fasilitas

Evergreen terletak di Jalan Kartini II, Jakarta Pusat. Bangunannya agak mencolok karena warna temboknya hijau semua. Lokasinya tidak susah ditemukan, di Google Map juga sudah terdeteksi hehe. Bangunan Evergreen terdiri dari empat lantai dan ruang kelas saya ada di lantai kedua. Saya tidak ada foto ruang kelas karena di dalam ruang kelas sebenarnya tidak boleh menggunakan handphone ketika belajar meskipun banyak yang bandel juga sih.

Ruang kelasnya standar, ada meja kursi, papan tulis, poster hiragana dan ada AC juga. Ruang kelasnya cukup nyaman meskipun tidak terlalu besar. Untuk fasilitas WC saya tidak bisa memberikan gambaran karena saya belum pernah kesana. Yang paling melegakan adalah tempat kursus ini mempunyai musholla. Awalnya saya agak takut tidak ada musholla karena pemiliknya non muslim, tetapi ternyata disediakan musholla juga lengkap dengan sajadah dan mukena (yang kadang-kadang hilang). Musholla terletak di lantai keempat. Meskipun tidak sebagus musholla KCC saya tidak protes karena disediakan musholla saja saya sudah bersyukur haha.

 

Kegiatan Pembelajaran

Guru yang mengajar kelas kami adalah Chandra-Sensei. Beliau merupakan pendiri Evergreen. Chandra-Sensei ini unik. Meskipun sudah berumur tetapi beliau enerjik, di kelas sering mondar-mandir ketika murid sedang mencatat sambil membenarkan jika ada yang salah tulis. Daya ingat beliau juga luar biasa. Beliau hafal semua isi bukunya. Jika kita tidak mengerti suatu kata beliau akan berkata “Masa ga tau? Ada di halaman xx lho”. Awalnya saya berpikir wajar saja sensei ingat semua karena sudah mengajar dengan buku yang sama selama 44 tahun, tetapi tidak hanya itu, beliau juga hafal nama-nama muridnya padahal murid-muridnya banyak sekali. Benar-benar banyak, beliau mengajar hampir setiap hari sepertinya. Beliau juga sangat sabar. Ada suatu kejadian dimana salah satu murid menurut saya sudah keterlaluan tetapi Chandra-Sensei tetap kalem dan masih meladeni murid tersebut.
 
Oke, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya satu kali pertemuan berlangsung selama 3 jam. Awal-awal jam belajar biasanya digunakan untuk mereview pelajaran sebelumnya. Ketika masih belajar hiragana, sensei akan menuliskan beberapa kata dalam romaji dan dua orang murid diminta maju untuk menuliskan kata tersebut ke dalam hiragana. Namun setelah pelajaran hiragana selesai, review pelajaran sebelumnya dilakukan dengan menggunakan buku kuning. Kami diminta untuk membaca buku tersebut (yang isinya full hiragana) dan terkadang diminta untuk mengahafalkan dan mempraktekkannya dengan teman yang lain.
 
Metode pembelajarannya di Evergreen masih konvensional. Tidak ada latihan mendengarkan melalui CD atau video seperti kebanyakan lembaga kursus modern. Jadi sumber satu-satunya adalah sensei dan buku. Meskipun begitu, 3 jam pelajaran tidak membosankan sama sekali. Jika suatu pelajaran membosankan biasanya saya akan sering mengecek jam tetapi ketika belajar disini saya jarang melirik ke jam dinding haha. Mungkin karena materi pembelajaran di Evergreen termasuk padat sehingga tidak ada ruang untuk mengantuk. Meskipun satu bab pelajaran hanya beberapa halaman saja, sensei banyak menambahkan materi-materi baru yang tidak ada dibuku sehingga pelajarannya terasa padat.
 
Sistem absensi di Evergreen tidak begitu ketat. Jika lembaga kursus lain biasanya mengharuskan kehadiran sekitar 75%, di Evergreen saya rasa tidak ada peraturan tersebut karena sensei tidak pernah mencatat siapa yang hadir dan siapa yang tidak. Meskipun begitu rasanya sayang kalau tidak ikut satu sesi karena materi satu sesinya yang begitu padat. Saya pernah tidak masuk dua minggu berturut-turut dan begitu masuk saya agak shock karena merasa tertinggal jauh sekali. Wajar saja banyak yang tidak melanjutkan kursus lagi setelah beberapa kali tidak masuk.
 
 

Apakah saya akan melanjutkan lagi ke tingkat selanjutnya?

Pastinya. Sekarang saya sudah memasuki tahap akhir kelas dasar 1 dan saya berencana untuk melanjutkan ke kelas dasar 2 dan seterusnya. Oh ya di Evergreen ada empat level: kelas dasar 1 selama 4 bulan, kelas dasar 2 selama 4 bulan, kelas menengah selama 6 bulan, dan kelas lanjutan selama 6 bulan. Jadwal kursus di Evergreen diperbaharui setiap bulannya, infonya bisa dilihat di web Evegreen.

Yuk belajar bahasa Jepang!

5 respons untuk ‘Kursus Bahasa Jepang di Evergreen

  1. Kak mau tanya, saya berniat ikut kursus Jepang di Evergreen. Kelas yang tersedia hanya jam 6 sore-9 malam yang berarti bersamaan dengan waktu Shalat Maghrib. Nah apakah kita diizinkan untuk keluar kelas sebentar untuk melaksanakan ibadah?

  2. Alhamdulillah, saya mau mendaftar di evergreen tp agak ragu karna jam pelaksanaannya bertepatan dengan waktu shalat magrib, untungnya pas googling nemu blog ini, terima kasih atas tulisannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s