Aturan Awal Bunyi (두음법칙)

Aturan Awal Bunyi (두음법칙)

Awal mula mengapa saya tertarik membahas tentang 두음법칙 adalah ketika adik saya bertanya, kenapa nama 노태현 (Noh Tae-Hyeon — penyanyi Korea) diromanisasikan menjadi Roh Taehyun? Hmm, saat itu saya tidak tahu jawabannya jadi saya mencari ke berbagai sumber dan menemukan tentang 두음법칙 atau “Aturan Awal Bunyi”. Jadi, apa itu 두음법칙? Singkatnya, 두음법칙 adalah perubahan bunyi kata-kata dalam Hanja yang diawali oleh atau menjadi atau ㄴ.

두음법칙
image source : http://news.khan.co.kr

Read more

Slang Bahasa Korea #5 : Hubungan Tanpa Status

Slang Bahasa Korea #5 : Hubungan Tanpa Status

썸 (some)!

Saya baru tahu istilah ini setelah membaca webtoon 우리사이느은 (Our relationship is…). Sebenarnya istilah ini pernah dipakai beberapa kali sebagai judul lagu misalnya pada lagu duet 소유 (SoYou) x 정기고 (Junggigo) dan juga pada lagu Bolbbalgan4 (볼빨간 사춘기) yang berjudul 썸 탈꺼야. Hanya saja saya tidak pernah mencari tahu artinya apa dan ternyata artinya jauh berbeda dari yang saya bayangkan.

some
image credit : 1boon.kakao.com

썸 (sseom) sebenarnya berasal dari kata 썸씽 (sseom-ssing) yang merupakan konglish dari “something” atau “sesuatu”. Istilah ini digunakan untuk menyebut hubungan dua orang yang seperti berpacaran atau ada “sesuatu” tetapi tidak secara resmi mendeklarasikan diri sebagai sepasang kekasih. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai “hubungan tanpa status”.

Read more
Slang Bahasa Korea #4 : K-Pop Fandom

Slang Bahasa Korea #4 : K-Pop Fandom

Well , sebenarnya slang berikut ini tidak terlalu berguna jika kalian bukan seorang K-popper. Walaupun K-popper tetapi jarang main ke forum seperti Pann atau Instiz sebenarnya tidak terlalu berguna juga sih hehe. Saya tertarik untuk menulis tentang hal ini karena ternyata banyak istilah-istilah yang digunakan oleh fans idol group yang bahkan mungkin orang Korea biasa juga tidak tahu. Saya sebenarnya tidak pernah berkunjung ke forum-forum Korea tetapi istilah-istilah ini sering saya temukan di Twitter juga. Apa saja?
덕후

Read more

Perjalanan Meraih Skor TOEFL ITP Di Atas 550

Perjalanan Meraih Skor TOEFL ITP Di Atas 550

*Postingan ini kemungkinan akan panjang karena mencakup perjalanan saya belajar bahasa Inggris*

Well, sebenarnya saya agak ragu untuk menulis post ini. Pertama, saya merasa tidak cukup mahir dalam bahasa Inggris. Saya masih sering membuat kesalahan dalam grammar, masih sering gugup ketika harus berbicara dengan native speaker, dan masih sering membuka kamus ketika membaca novel berkategori young adult. Kedua, skor TOEFL ITP sebenarnya kurang bisa diandalkan untuk menilai kemampuan berbahasa Inggris seseorang. TOEFL ITP hanya menilai kemampuan pasif kita dalam berbahasa Inggris sehingga memperoleh skor yang tinggi tidak menjamin bahwa seseorang tersebut fasih menggunakan bahasa Inggris pada komunikasi sehari-hari. Meskipun begitu, TOEFL ITP masih digunakan sebagai syarat melamar pekerjaan pada beberapa instansi di Indonesia dan juga sebagai syarat dalam mengajukan beasiswa dalam negeri. Beberapa pemberi beasiswa luar negeri juga masih ada yang menerima skor TOEFL ITP, contohnya LPDP dan Fulbright.

Saya pertama kali mengikuti tes TOEFL ITP pada tanggal 21 Oktober tahun lalu di ILP Cikini. Saya belum pernah secara khusus belajar untuk TOEFL ITP dan keikutsertaan saya pada tes tersebut murni hanya untuk mengetahui level bahasa Inggris saya. Karena alasan itu juga saya memutuskan tidak belajar sebelum tes; saya ingin mengetahui kemampuan saya dalam kondisi “normal”. Hasil yang saya dapatkan diluar ekspektasi saya; saya mendapatkan skor 567/677. Sebenarnya sudah cukup untuk mendaftar beasiswa luar negeri ke LPDP tetapi tidak cukup impresif jika negara tujuan utama beasiswa adalah Inggris.

IMG_3293IMG_3294

Read more